28 April 2011

6 Istana Terbaik di Inggris

Warwick Castle




Warwick Castle adalah istana abad pertengahan di Warwick, kota Warwickshire, Inggris.Terletak di atas tebing yang menghadap sebuah tikungan di Avon River. Warwick Castle dibangun oleh William pada 1068 berdekatan dengan Anglo-Saxon burh dari Warwick. Di sana digunakan sebagai benteng sampai awal abad ke-17, ketika pemerintahan Sir Fulke Greville dikonversi ke sebuah rumah pedesaan. Hal ini dimiliki oleh keluarga Greville, yang menjadi earl of Warwick pada 1759, sampai 1978.

Pada abad ke-17 dengan alasan pelestarian budaya, berubah menjadi sebuah taman. Warwick Castle dibeli oleh Grup Tussauds pada tahun 1978 dan dibuka sebagai objek wisata. Hal ini dilindungi sebagai Scheduled Monumen Kuno dan kelas I yang terdaftar bangunan. 


Tower of London

 

Adalah sebuah monumen bersejarah di pusat kota London, Inggris, di tepi utara Sungai Thames. Hal ini terletak di London Borough of Tower Hamlets dan terpisah dari ujung timur Kota London oleh ruang terbuka yang dikenal sebagai Tower Hill.

Fungsi utama menara adalah sebuah, benteng istana kerajaan, dan penjara (terutama untuk status tinggi dan tahanan kerajaan, seperti para Pangeran di Tower pada masa Ratu Elizabeth I). 


Bodiam Castle

 

Bodiam Castle adalah sebuah benteng berbentuk segi empat yang terletak di dekat Robertsbridge di East Sussex, Inggris. Hal ini dikatakan contoh sempurna sebuah puri moated akhir abad pertengahan. Meskipun tidak cukup besar untuk tentara garnisun banyak, benteng itu idealnya cocok untuk pertahanan terhadap rakyat pedesaan militan setelah Petani Inggris 'Pemberontakan dan untuk hiburan pedagang asing atau pejabat.

Windsor Castle
 

Windsor Castle, di Windsor di daerah Inggris Berkshire, adalah benteng dihuni terbesar di dunia dan, dating kembali ke waktu William Sang Penakluk, adalah yang tertua di pendudukan berkelanjutan. luas lantai Benteng adalah sekitar 484.000 kaki persegi (44.965 meter persegi).

St. Michael’s Mount
 

St Michael Gunung adalah sebuah pulau pasang surut yang terletak 366 m (400 yd) lepas pantai Teluk Gunung's of Cornwall, Inggris. Hal ini bersatu dengan Marazion oleh jalan lintas buatan manusia, bisa dilewati hanya di pertengahan air surut, terbuat dari Batu jalan granit. Pameran Pulau kombinasi batu tulis dan granit.

Castle Howard

Castle Howard adalah sebuah rumah megah di North Yorkshire, Inggris, 15 mil (24 km) utara York. Salah satu rumah pribadi termegah di Inggris, sebagian besar dibangun antara 1699 dan 1712 untuk 3 Earl dari Carlisle, untuk desain oleh Sir John Vanbrugh. Ini bukan puri benar: Kata ini sering digunakan untuk rumah negara Inggris dibangun setelah era benteng-bangunan (c.1500) dan tidak dimaksudkan untuk fungsi militer.

source : kaskus.us 

8 manfaat jeruk nipis dan khasiatnya

1.       Belahlah jeruk nipis menjadi 2 bagian dan gosokkan pada kulit muka dan kulit tubuh, maka kulit tersebut menjadi putih halus dan tangan bisa menjadi lembut.

2.       Jika jeruk nipis dicampur dengan air hangat dan diminum setiap pagi, membuat suara anda menjadi merdu disamping membuat kesehatan kulit anda baik sekali.

3.       Bisa membuat pori-pori kulit mengecil dan melenyapkan lemak pada kulit berminyak.

4.       Menjaga berat badan anda dan menjamin kestabilan kerampingan badan.

5.       Jika menginginkan rambut berkilauan, cucilah rambut anda dengan campuran perasan jeruk nipis, maka rambut menjadi halus dan berkilau.

6.       Membuat kuku menjadi cemerlang kembali jika perasan jeruk nipis tersebut digosok-gosokkan, terutama jika ada noda yang tidak bisa di hilangkan.

7.       Membasmi ketombe dikepala, gunakanlah perasan air jeruk nipis untuk mencacap dan biarkan 20-30 menit dan setelah itu keramaslah, maka kepala tidak berketombe lagi.

8.       Melenyapkan gatal-gatal ditenggorokan dan menyembuhkan batuk pilek, gunakan air jeruk nipis dan sedikit kapur sirih.

Silahkan mencoba dan asakan khasiatnya.

sejarah anjing setia HACHIKO

 


Banyak Orang tidak mengenal Anjing yang satu ini,, dia anjing yang sangat unik dan sangat lucu, namanya Hachiko dan panggilannya Hachi, demikian dalam posting kali ini kami menyediakan Sejarah Hachi, berikut ini kami persembahkan untuk anda,,

Hachikō (ハチ公 ?) (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.
Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公 Chūken Hachikō?). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.

Kisah Hidup Hachiko

Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.
Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.
Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.
Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.
Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.
Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.
Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran kō (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.
Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.
Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.
Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.

Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).
Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.
Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.

Patung Hachiko 






source : http://oktavitaa.blogspot.com/2010/0...a-sejarah.html